Diksi Today: kuliner
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2022

Wali Kota Ning Ita Tinjau Operasi Katarak Gratis di RSUD

Wali Kota Ning Ita Tinjau Operasi Katarak Gratis di RSUD

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari Saat Kunjungi RSUD 


LN News Today(Mojokerto) - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meninjau secara langsung operasi katarak dan bibir sumbing bagi warga di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Menariknya, dalam penanganan pasien katarak, pihak rumah sakit menggunakan metode Phaco Emulsifikasi, Rabu (15/06/2022).

Phaco Emulsifikasi, merupakan teknik operasi pengangkatan katarak modern dengan menggunakan alat phaco emulsifikasi (mesin bergelombang ultrasonik), untuk melunakkan (emulsifikasi) dan mengeluarkan lensa katarak pada saat yang bersamaan. 

Wali Kota Ning Ita mengatakan, pada kegiatan operasi katarak dan bibir sumbing ini, Pemerintah Kota Mojokerto mengerahkan seluruh tenaga medis profesional yang ahli pada bidangnya. Mulai dari dokter spesialis mata dan dokter spesialis estetik untuk bibir sumbing, demi hasil yang memuaskan

Adapun jumlah pasien yang mengikuti operasi katarak berjumlah delapan orang. Sedangkan untuk operasi bibir sumbing, pemerintah daerah memfokuskan pada anak usia dini. Dimana, ada dua pasien berusia sepuluh bulan dan lima tahun, yang mengikuti operasi bibir sumbing. 

Operasi katarak dan bibir sumbing gratis bagi warga ini, merupakan rangkaian event dalam rangka merayakan HUT Kota Mojokerto ke-104. Selain operasi katarak, masih akan ada rangkaian kegiatan sosial lainnya untuk warga kota. Seperti, cek kesehatan gratis, donor darah dan masih banyak lainnya.*(red). 

Kamis, 02 Juni 2022

Incipi Kuliner Kota Angin, Ikan Laut Bakar Khas Kelas Santai Lengkong.

Incipi Kuliner Kota Angin, Ikan Laut Bakar Khas Kelas Santai Lengkong.




LN News Today(Nganjuk) - Menelusuri kuliner di kota angin ternyata memiliki ragam makanan yang menyenangkan, jika biasanya terkenal dengan makanan khas pecel seperti yang banyak di jumpai di daerah Kertosono, namun sekarang kita juga bisa menjumpai ikan laut bakar dan berbagai olahan seafood seperti cumi maupun udang di lengkong. 

Daerah yang UMKMnya semakin bertumbuh ini, terdapat salah satu tempat makan KELAS SANTAI yang menjadi rujukan kuliner dengan citarasa berbeda, menawarkan refrensi kuliner ikan laut, mulai dari bakar, pesmol, asam manis hingga saus padang. 

Jenis ikan laut yang biasa tersedia disini juga jenis ikan yang populer dikonsumsi, seperti baronang, ayam ayaman, bawal laut, kerapu, kakap dan masih banyak yang lain. 

Ikan laut bakar kelas santai ini sudah menjadi ikon kuliner baru di lengkong nganjuk, tidak lengkap rasanya kalau lewat lengkong tidak mencicipi lezatnya ikan laut bakar dikelas santai, pusat ikan laut satu satunya yang ada di lengkong. 


Selain rasanya yang menggugah selera, ikan bakar juga mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, ikan laut juga kaya omega 3 yang sangat bagus untuk kesehatan otak, dan bagus untuk kecerdasan si kecil. Karena itu, banyak yang nyantai disini bersama keluarga dan buah hati. 

Bukan hanya daerah lengkong, pengunjung ikan laut bakar kelas santai justru banyak datang dari luar daerah seperti kediri, jombang dan juga tembarak kertosono. 

Hanggani salah satu pelanggan yang kerap makan ikan laut dikelas santai mengaku senang makan ikan laut selain kaya manfaat juga rasanya yang lezat dan minim duri. Ia pun biasanya pesan ikan kakak tua atau napoleon karena dagingnya lebih tebal dan enak pungkasnya. Selain di makan sendiri, hangganioun kerap memesan untuk acara.


 

Berbeda dengan bu hanggani, pemilik showroom mobil Baron pak fendi juga kerap bersama keluarga makan ikan laut bakar dikelas santai, ia kerap memesan ikan bawal laut. 

Selain itu, mantan kapolsek lengkong AKP Hariyanto SH MSi, meskipun saat ini bertugas dipolda jatim namun ia kerap berkunjung ke kelas santai makanbikannlaut dengan sambal tempongnya yang segar. 

Plesir dikota angin saat ini berasa makin dimanjakan dengan berbagai kuliner didaerah yang nikmat. Seperti diketahui ada pecel kertosono, asem asem kambing ngluyu dan yang wajib di coba ikankaut bakar kelas santai lengkong. *(Lan)

Minggu, 06 Februari 2022

Mencicipi Pahit Legitnya Durian Merico Khas Trawas Mojokerto

Mencicipi Pahit Legitnya Durian Merico Khas Trawas Mojokerto

Penjual Durian di Kampung Durian di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

LN News Today(Mojokerto) - Durian jenis Merico, merupakan durian khas Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Durian denhan rasa khas pahit, manit, legit ini hanya bisa dinikmati di bulan Januari hingga Februari dalam setiap tahunnya.

Ini lantaran, bulan Januari hingga Februari merupakan waktu panen durian dengan bentuk kecil mungil ini. Durian dengan warna kuning ini hanya ada di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Desa Duyung pun dikenal sebagai Kampung Durian di Kabupaten Mojokerto karena Anda akan menemui para pedagang Durian berjajar di depan rumah warga masing-masing. Bahkan untuk menikmati durian di Desa Duyung, Anda harus berburu tempat. 

"Januari-Februari, memang waktunya panen durian jenis ini. Durian ini khas Trawas, Kenapa dikasih nama Merico? Karena bentuknya kecil mirip Merico. Saya selain jual juga tanam, sejak tahun 2001, ada 120 pohon di atas lahan seluas 1 hektar," ungkap salan satu penjual, Benyamin (58). 

Ia menanam durian jenis Musangking, Bawor, Montong Lokal, Merico. Bapak dua anak ini mengaku, dari beberapa jenis durian yang ia tanam dan jual, yang banyak dicari adalah durian jenis Merico. Durian jenis ini, hanya ada di bulan Januari hingga Februari.

"Panennya bulan Januari hingga Februari. Selain bulan itu ada, tapi bukan jenis Merico. Karena selain dari pohon sendiri, saya juga borong dari petani durian di Trawas. Bahkan saya kontrak. Sabtu-Minggu bisa sampai 300-400 buah," katanya.


Pembelinya berasal dari Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Lamongan dan Tuban. Benyaminpun memiliki omzetnya Rp15 juta sampai Rp16 juta saat Sabtu-Minggu. Untuk harga durian jenis Merica Rp25 ribu per buah atau Rp100 ribu untuk tiga buah. 

"Kendalanya di hama. Tupai dan burung kejut tapi kalau dilubangi tupai, daging rasanya masih manis, masih bisa dimakan. Tapi kalau dilubangi burung, rasanya kecut tidak bisa dimakan. Apalagi saat ini cuaca ekstrem, sering hujan jadi kwalitas dagingnya," jelasnya.

Pedagang lainnya, Cicik (32) mengatakan, durian yang dijual di lapaknya merupakan durian dari beberapa desa yang ada di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. "Tidak hanya Duyung, ada dari Penanggungan. Dari banyak petani durian di Trawas," ujarnya.

Yang menjadi favorit di Desa Duyung adalah durian jenis Merico. Ia mengaku dari mulai awal berjualan, ia sudah menjual durian jenis Merico karena banyak dicari penikmat durian. Meski ia juga menjual durian jenis lain.

Salah satu pembeli, Nur Alifah mengatakan, ia bersama saudara dan teman khusus datang dari Pasuruan untuk menikmati durian khas Desa Duyung yakni durian Merico. "Sengaja jalan-jalan ke sini cari durian. Yang jenis Merico, enak, pahit, manit," akunya.*(ning). 

Selasa, 12 Oktober 2021

Rumah Makan Sagu di Mojokerto Disegel Satpol PP

Rumah Makan Sagu di Mojokerto Disegel Satpol PP

Petugas Satpol PP Kabupaten Mojokerto menutup rumah makan Sagu di Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. 

LN News Today(Mojokerto) - Karena menunggak pajak sebesar Rp148 juta, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto menyegel sebuah rumah makan Sagu di Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Petugas Satpol PP datang bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto. 

Petugas langsung melakukan penyegelan di area rumah makan tersebut. Petugas memasang garis penyegelan di bagian dapur, tempat lesehan dan kasir rumah makan tersebut. Petugas juga memasang banner ukuran besar di pagar besi dan atas kasir rumah makan Sagu. Banner bertuliskan, "Lokasi Obyek Pajak Ini Ditutup" dan "Perhatian, Lokasi Ini Menunggak Pajak Daerah".

Kepala Bidang (Kabid) Penegak Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Samsul Bahri mengatakan, penyegelan dilakukan petugas penegak Peraturan Daerah (Perda) lantaran Badan Pemeriksa Keuangan menemukan ada tunggakan pajak sebesar Rp148 juta dari rumah makan Sagu tersebut. 


"Penyegelan dilakukan lantaran ditemukan tunggakan pajak sebesar Rp148 juta. Tunggakan ini temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan mulai tahun 2017 hingga awal September 2021. Segel akan di lepas dan warung bisa beroperasi jika pemilik melunasi tunggakan pajak, jika tidak segera melunasi maka akan melimpahkan penagihan pajak ke penegak hukum," ungkapnya, Senin (11/10/2021).

Sementara itu, perwakilan pemilik warung Sagu, Edy Waluyo mengatakan, sejak adanya Covid-19 pengunjung rumah makan Sagu menurun, namun tagihan pajak tetap tinggi. "Sejak pemasangan Chicken Box dari Bapenda, tunggakan pajak kita membengkak. Naik dratis, 1.000 persen, Rp5 juta sampai Rp8 juta per bulan," ujarnya. 

Dari akumulasi tersebut terkumpul Rp50 juta lebih, yakni mulai tahun 2017 sampai 2020. Meski di tahun 2021 tidak Chicken Box tidak terpasang tapi pemilik tetap bayar pajak. Pihak rumah makan meminta keringanan dari Bapenda Kabupaten Mojokerto agar tunggakan pajak sebesar Rp148 juta tersebut segera terlunasi dan aktivitas rumah makan segera bisa beroperasi kembali.*(adit). 

Rabu, 15 September 2021

Restoran Steak Q5 di Kota Mojokerto Kembali Dibuka

Restoran Steak Q5 di Kota Mojokerto Kembali Dibuka

Resto steak Q5 di jalan raya Majapahit kota mojokerto


LN News Today(Mojokerto) - Resto steak Q5 di jalan raya Majapahit kota mojokerto yang sempat ditutup Satpol PP karena belum ada Surat Layak Operasi (SLO) kembali dibuka. 

Dibukanya Resto Steak Q5 di jalan raya Majapahit kota mojokerto dengan tagline 'harga kaki lima rasa bintang lima' ini usai mengantongi izin seperti Surat Layak Operasi (SLO), OSS, NIB dan lingkungan atau AMDAL.

Penanggung jawab restoran steak Q5, Muhammad Ali mengatakan, SLO sudah dikantongi sehingga diberi izin untuk buka kembali.

"SLO sudah ada, untuk OSS dan NIB terbit 10 Agustus 2021 dan izin lingkungan juga sudah ada. Sedangkan IMB sudah kami urus dan dalam proses pengajuan ke DPMPTSP," kata Ali, Rabu (15/9/2021).

Ali menjelaskan,untuk IMB sudah ada, namun harus diperbaharui karena izin sebelumnya yakni usaha minuman


"Saat ini kami urus izinnya untuk restoran dan dijanjikan akan selesai satu bulan. Tadi kami kembali membuka dengan membaca khotmil Quran 30 juz," jelasnya.

Menurut Ali, Pemkot Mojokerto memberikan 4 poin wajib untuk resto Q5, yakni protokol kesehatan (prokes), wajib membayar pajak restoran sebesar 10 persen, wajib melengkapi izin 100 persen dan melibatkan peran serta aktif lingkungan sekitar.

"untuk juru parkir dan keamanan sebanyak 7 orang sudah kita ambilkan dari warga lingkungan sekitar. Dan nantinya, sebesar 10 persen dari pendapatan, juga akan kita berikan kepada warga sekitar. Ini sebagai bukti kita dalam melibatkan peran serta aktif masyarakat. Intinya kita siap bersinergi dengan Pemkot Mojokerto," tegasnya.

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono membenarkan, restoran steak Q5 sudah mengantongi SLO.

"Benar, SLO sudah dikantongi Q5," tuturnya.*(jon). 

Senin, 16 Agustus 2021

PPKM Level 4 Diperpanjang, Ning Ita Ajak ASN Kembali Berbagi

PPKM Level 4 Diperpanjang, Ning Ita Ajak ASN Kembali Berbagi

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. 

LN News Today(Mojokerto) - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari melalui Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kota Mojokerto menerbitkan Surat Edaran terkait ajakan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berbagi di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Yakni melalui Surat Edaran Nomor : 59/DKK/MR-VIII/2021 tertanggal 4 Agustus 2021. 

Surat Edaran terkait partisipasi kemanusiaan terhadap wabah Covid-19 dengan menggalang dan menghimpun bantuan dana dari seluruh ASN tersebut ditandatangani Wali Kota Mojokerto selaku Penasehat Dewan Pengurus Korpri Kota Mojokerto. Kota Mojokerto yang berada pada PPKM Level 4 yang berdampak luas terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. 

Dewan Pengurus Korpri Kota Mojokerto akan menggalang dan menghimpun bantuan dana dari seluruh ASN Kota Mojokerto yang merupakan anggota Korpri sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian atas keprihatinan yang dialami warga Kota Mojokerto. Dalam surat edaran tersebut juga tertera besaran bantuan dana untuk setiap bulannya. 

Mulai dari jabatan pelaksana atau staf yakni sebesar Rp50 ribu, jabatan pengawas atau Eselon IV sebesar Rp100 ribu, jabatan administrasi atau Eselon III sebesar Rp150 ribu, jabatan pimpinan tinggi atau Eselon II sebesar Rp200 ribu. Tak hanya ASN, Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga masuk dalam daftar yakni masing-masing sebesar Rp1 juta setiap bulan. 

"Sumbangan tersebut mulai berlaku sejak bulan Agustus hingga Desember 2021. Bansos non APBN, APBD ada dari CSR, Baznas, Korpri. Tahun 2020, mulai bulan April sampai Desember sudah berjalan dan terkumpul Rp1,4 milyar. Pertama bulan dapat Rp160 juta. Tahun 2021 berhenti, saat PPKM kemarin saya minta digalang kembali," ujarnya, Senin (16/8/2021). 

Sumbangan tersebut dikumpulkan melalui Bendahara Gaji masing-masing Unit Kerja. Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), nantinya melalui Dewan Pengurus Korpri Kota Mojokerto, bantuan sosial (bansos) akan disalurkan kepada warga Kota Mojokerto yang terdampak PPKM Level 4. 

"Sumbangan dari ASN lebih fleksibel karena harus NIK Kota Mojokerto. Misalnya memberikan kepada tenaga honorer penyapu jalan, itu kan tidak semua KTP Kota Mojokerto. Bisa dari sini, kalau APBD kan terkendala NIK. NIK bukan warga Kota Mojokerto tapi kerjanya di Pemerintah Kota Mojokerto, tidak bisa didiskriminasi seperti itu," pungkasnya.*(Ning). 

Selasa, 20 Juli 2021

Hari Raya Qurban Kita Berbagi, Merajut Peduli Untuk Sesama

Hari Raya Qurban Kita Berbagi, Merajut Peduli Untuk Sesama

Sejumlah anggota komunitas di Mojokerto saat melakukan penyembelian hewan qurban


LN News Today(Mojokerto)
- Di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda, Komunitas Bold Riders Mojokerto, Supermusic Mojokerto, 76 Heppiii Mojokerto bagian dari Kolaborasi Komunitas Indonesia Timur Area (KITA) menggelar kegiatan bertajuk "KITA Berbagi, Merajut Peduli untuk Sesama". Kegiatan yang digelar secara serentak di seluruh wilayah Indonesia Timur akan didaftarkan ke Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). 

Ardhi Prabowo selaku koordinator komunitas mengatakan, kegiatan membagikan daging kurban secara serentak di seluruh wilayah Indonesia Timur bertajuk "KITA Berbagi, Merajut Peduli untuk Sesama" tersebut digelar oleh 600 komunitas. "Ada 450 hewan kurban yang akan dibagikan secara serentak dalam moment Idul Adha 1442 H," ungkapnya, Selasa (20/7/2021). 

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, komunitas di Mojokerto yang terlibat dalam kegiatan tersebut sebanyak 60 komunitas. Rencananya, daging kurban akan dibagikan serentak kepada masyarakat sekitar terutama yang tidak mampu dengan berat 1 kg setiap warga. 


"Kegiatan ini sekaligus kita daftarkan ke Rekor MURI. Sebelumnya, kita juga telah meraih beberapa Rekor MURI, seperti Donor Darah oleh Komunitas Terbanyak dan Donor Darah oleh Karang Taruna Terbanyak pada tahun 2020. Kini, melalui agenda ini kami akan membuat rekor MURI berikutnya," katanya. 

Komunitas Bold Riders Mojokerto, Supermusic Mojokerto, 76 Heppiii Mojokerto berharap, semoga kegiatan positif tersebut dapat memberikan manfaat bagi sesama. Komunitas Bold Riders Mojokerto, Supermusic Mojokerto, 76 Heppiii Mojokerto juga berharap di setiap moment akan bisa mengikuti kegiatan dengan tujuan untuk membantu sesama sehingga kegiatan yang digelar bisa bermanfaat untuk masyarakat.*(Ning). 

Selasa, 13 Juli 2021

Kejari Kabupaten Mojokerto Bagi-bagi Paket Sembako Bagi Warga Terdampak Covid-19 dan Aksi Donor Darah

Kejari Kabupaten Mojokerto Bagi-bagi Paket Sembako Bagi Warga Terdampak Covid-19 dan Aksi Donor Darah

Kajari kabupaten Mojokerto, Gaos Wicaksono saat membagikan paket sembako


LN News Today(Mojokerto)
- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto menggelar peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke 61 dan Hari Ulang Tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (HUT IAD) ke 21. Yakni dengan memberikan paket sembako bagi warga terdampak Covid-19 dan aksi donor darah.

Sebanyak 500 paket sembako diberikan Kejari Kabupaten Mojokerto kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoma). Ratusan paket sembako tersebut dibagikan bagi warga terdampak di sekitar kantor Kejari Kabupaten Mojokerto.

Sementara aksi donor darah digelar Kejari Kabupaten Mojokerto di halaman kantor Kejari Kabupaten Mojokerto di Jalan RA Basoeni Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Para peserta donor darah merupakan pegawai Kejari Kabupaten Mojokerto yang sebelumnya sudah diperiksa petugas.

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, para pegawai Kejari Kabupaten Mojokerto diperiksa petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mojokerto. Mereka yang memiliki tensi darah stabil bisa dilakukan pengambilan darah.


Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto, Gaos Wicaksono menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian HBA ke 61 dan HUT IAD ke 21. "Ini sebagai bentuk kepedulian Kejari Kabupaten Mojokerto kepada mereka yang membutuhkan," ungkapnya, Selasa (13/7/2021).

Yakni kepada masyarakat yang membutuhkan darah. Masih kata Gaos, juga sekaligus sebagai dukungan Kejari Kabupaten Mojokerto untuk saling berbagi terhadap sesama dan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid 19 di Kabupaten Mojokerto. 

"Hal tersebut juga sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah PPKM Darurat sesuai Instruksi dari Jaksa Agung," tegasnya.*(Ning). 

Minggu, 18 April 2021

Melanggar Protokol Kesehatan, Mojopahit Kopi Ditutup

Melanggar Protokol Kesehatan, Mojopahit Kopi Ditutup

 

Petugas satpol PP saat bubarkan Pengunjung Mojopahit Kopi

LN News Today(Mojokerto) - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mojokerto membubarkan kerumunan dan menutup Mojopahit Kopi di Kelurahan Gunung gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Sabtu malam, 17 April 2021. Pembubaran dan Penutupan dilakukan karena melanggar protokol kesehatan covid 19.

Proses pembubaran dan penutupan diwarnai penolakan oleh pengelola dan sejumlah pengunjung yang tidak terima karena diminta untuk meninggalkan lokasi. Bahkan, salah satu pengunjung yang memakai kaos berwarna merah dan topi hitam bertubuh gempal sempat menggebrak meja dan marah-marah

Serta melontarkan kata-kata penolakan. Bahkan meski ditegur dan diminta pergi pria ini menolak beranjak dari meja dan kursi tempatnya makan. Pengunjung yang sempat emosi dan memakai masker ini, diduga adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan ATR/BPN Kota Mojokerto. 

Fudi Harjono Kabid Trantib Satpol PP Kota Mojokerto menjelaskan penutupan dilakukan karena adanya laporan dari masyarakat sekitar terkait kerumunan pengunjung yang terus terjadi di Mojopahit Kopi. 

"Menindaklanjuti ada laporan masyarakat, Mojopahit Kopi melebihi kapasitas dan banyak melanggar prokes," jelasnya, saat melakukan penutupan dan memberi Satpol PP line cafe yang berada di Jalan Tropodo tersebut.


Satpol PP mengaku sudah melakukan pemantauan terhadap aktifitas usaha didunia kuliner itu sejak beberapa waktu lalu. Dimana kerumunan pengunjung terus terjadi, dan pelanggaran protokol kesehatan dilakukan di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

"Kita sudah lakukan pemantauan, akhirnya malam ini kita bertindak untuk menutup sementara. Karena melebihi kapasitas, banyak pengunjung yang kursinya harusnya satu dibuat orang tiga, dan banyak yang tidak memakai masker," tegasnya.

Sebelum melakukan pembubaran dan penutupan pihak Sat Pol PP sudah memberikan surat teguran dan peringatan selam tiga kali, tapi pemilik dan pengelola Mojopahit Kopi tak menggubrisnya. 

"Kita sudah lakukan peringatan, juga sudah datang matur "bilang" terkait prokesnya harus dijaga. Sudah tiga kali sebelumnya. Ini kita tutup sementara sampai ada langkah lebih lanjut, dan akan kami panggil pemiliknya Senin nanti," terkaitnya.

Pihak Sat Pol PP Kota Mojokerto, menegakkann aturan protokol kesehatan berdasarkan Perwali Nomor 55 Tahun 2020, dimana salah satunya jumlah pengunjung tidak lebih kapasitasnya dari 50 persen, dan wajib mengenakan masker.*(Din). 

Selasa, 16 Maret 2021

Dengan Konsep Gasebo, Dapur Mamica Ada di Japan Sooko

Dengan Konsep Gasebo, Dapur Mamica Ada di Japan Sooko

Dapur Mamica, jalan Tunggulsari, Desa Japan kecamatan Sooko


LN News Today(Mojokerto)
- Bagi kalian pelanggan Dapur Mamica, kini Dapur Mamica hadir langsung mengapa para pelanggannya. Iya... Jika sebelumnya, Dapur Mamica hanya melayani secara online namun saat ini hadir di Jalan Tunggulsari No 8 Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. 

Tepatnya ada di gang samping Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, 100 meter di sisi kiri. Tempatnya enak dibuat kumpul bareng kelurga karena berkonsep gasebo bambu, ditambah menu andalan sambelannya dengan berbagai macam ikan menambah suasana santai bersama keluarga terasa pas. 

Iyalah Eka Indah (43), ibu satu anak ini sebelum berjualan aneka masakan melalui online. Karena ingin menyapa pelanggannya secara langsung, Dapur Mamica akhirnya di launching pada tanggal 10 Maret 2021 lalu. Dapur Mamica buka mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB

"Ide dari bulan November 2020. Daripada online, jualan makanan online sudah berjalan 3 tahun. Jadi untuk makanannya memang sudah saya jual sebelumnya secara online dan karena ada tanah yang sayang kalau tidak dimanfaatkan jadi ya, kita buka di sini," ungkapnya, Selasa (16/3/2021).


Masih kata Eka, ditambah tanam seluas 25 meter x 14 meter tersebut berada di lokasi yang cukup strategis sayang jika tidak dimanfaatkan. Tanah yang dibeli tahun 2000 lalu tersebut sebelumnya ditanami pohon mangga dan pisang. Meski berada di perkampungan namun merupakan jalur alternatif. 

"Sayang kalau tidak dimanfaatkan. Apalagi setelah jalan-jalan ke Malang bareng keluarga, mampir ke salah satu warung makan yang antri sampai diberi nomor antrian. Jadi saya terinspirasi dari sana, warungnya kan gasebo-gasebo bambu. Akhirnya seperti ini, gasebo ini pesan di Malang juga," ujarnya. 

Menurutnya, masakan yang ada di menu Dapur Mamica semua racikan tangannya. Dibantu empat orang di dapur dan delapan orang di bagian pelayanan, para karyawannya dibagi dua shif untuk melayani para pelanggan Dapur Mamica. Nama Dapur Mamica sesuai dengan nama di online. 

"Memang dari dulu jualannya sambelan, karena kebetulan suka sambel juga. Ini semua saya yang masak, makannya saya harus bolak-balik sini ke dapur. Rumah mertua di sebelah selatan dijadikan dapur, yang di sini khusus masak snack. Iya ikan Cangkalang jadi andalan," urainya. 


Meski di Mojokerto, ikan jenis ini tergolong tidak ada. Hal ini yang menjadikan menu andalan Dapur Mamica. Semua bahan baku termasuk udang, cumi didatangkan langsung dari Gresik. Agar dimasak dan disajikan dalam keadaan segar, ia tidak stok banyak. 

"Karena kalau lama sedikit, tidak enak, tidak segar. Kita punya pelanggan, jangan sampai gara-gara ikan tidak segar, pelanggan lari. Sehingga kita jaga kwalitas masakan kita dan memang karena kita sudah punya pelanggan jadi kita arahkan mereka yang sebelumya beli online untuk kesini," jelasnya. 

Kalau kalian belum pernah mencoba masakan Dapur Mamica, bisa menjadi referensi bareng keluarga, pacar, gebetan, mantan pacar. Epsssa.... Untuk mencoba masakan Dapur Mamica. Yuk kepoin Istagramnya @dapurmamica_cafelesehan atau @eka.i.w. Harganya pas di kantong.*(Ning). 

Sabtu, 06 Februari 2021

Topaz Sky & Bar Ayola Sunrise Hotel Tawarkan Menu Baru Aneka Cake

Topaz Sky & Bar Ayola Sunrise Hotel Tawarkan Menu Baru Aneka Cake

 

Salah satu jenis cake baru Topas Sky & Bar Ayola Sunrise Hotel Mojokerto

LN News Today(Mojokerto) - Topas Sky & Bar melaunching Jade Pattisserie. Sebanyak kurang lebih 30 jenis cake berbagai rasa mulai harga Rp10 ribu dihadirkan untuk memanjakan pengunjung cafe yang berada di lantai 11 Ayola Sunrise Hotel Kota Mojokerto

Public Relation Topaz Sky & Bar, Adhe Firmansyah mengatakan, puluhan jenis cake tersebut merupakan menu lama yang dikembangkan dan diperbaiki. Mulai dari rasa, tekstur dan bahan. "Yang sebelumnya hanya roti abon, sosis, pisang keju, namun kini berkembang lebih banyak lagi," ungkapnya, Sabtu (6/2/2021). 

Ini dilakukan untuk mematahkan ekspektasi tinggi masyarakat terkait rasa tapi ternyata di hotel memang diakui rata-rata rasanya kuenya biasa saja. Cake yang ada di Topaz Sky & Bar hanya bisa dinikmati jika hanya dipesan karena tidak ready stok sehingga fresh by oven.

Salah satu menu baru Topaz Sky & Bar


"Slice cake kita sekarang hampir lebih dari 10 jenis. Kalau digabung semua ada 30 jenis pastry. Yang ditonjolkan ada red velvet dan opera cake. Tiap hari ada, setiap ada pesanan, ada orderan, kita bikinkan. Jadi fresh, kita tidak ready stok jadi langsung dari oven," ujarnya.

Harapannya dengan banyaknya jenis dari Jade Pattisserie tersebut bisa meminimalisir komplain pengunjung yang selama ini dengan ekspektasi tinggi namun rasa biasa. Jika rasa kue di hotel jauh lebih enak dari yang ada di luar.


"Rasanya tidak kalah dari yang ada di luar, harganya seperti di luar, mulai harga Rp10 ribu. Topaz Sky & Bar mulai buka pukul 15.00 WIB sampai 23.00 WIB. Pemesan ready 24 jam tapi outletnya yang kita batasi jamnya. Juga bisa dipesan melalui aplikasi online," tambahnya.*(Ning). 

Senin, 07 Desember 2020

Onde-onde Oven Mulai Dikenalkan Olivia Bakery ke Pengunjung Sunrise Mall

Onde-onde Oven Mulai Dikenalkan Olivia Bakery ke Pengunjung Sunrise Mall

Karyawan Olivia Bakery saat bagikan Onde-onde Oven gratis di Sunrise Mall Mojokerto

LN News Today (Mojokerto) - Olivia Bakery kini mulai mengenalkan inovasi barunya, yakni onde-onde oven kepada pengunjung Sunrise Mall Kota Mojokerto, Minggu (6/12). Onde-onde oven ini dibagikan secara cuma-cuma oleh Olivia Bakery selaku perintis inovasi makanan khas Kota Mojokerto itu.

Onde-onde oven yang kini menjadi produk unggulan Olivia Bakery yang mengankat ikon Kota Mojokerto diperkenalkan pada pengunjung Sunrise Mall yang berada di Jalan Benteng Pancasila, Kota Mojokerto ini.

Pemilik Olivia Bakery, Ferry Gunawan mengatakan, pihaknya membagikan secara gratis onde-onde oven ini agar masyarakat lebih mengenal dan langsung merasakan produk inovasi toko oleh-oleh khas Kota Mojokerto yang beralamat di Jalan Majapahit Selatan Nomor 99, Kota Mojokerto ini.

"Untuk pengunjung Sunrise Mall Mojokerto hari ini kita bagikan ratusan onde-onde oven secara gratis. Harapannya ya mereka bisa langsung merasakan produknya" jelasnya.

Pengunjung Sunrise Mall Mojokerto cicipi Onde-onde Oven

Salah satu pengunjung Sunrise Mall Mojokerto, Bayu asal Bangsal mengatakan jika onde-onde oven yang dirasakan kenyal dan memang berbeda dari onde-onde yang biasa dirasakan. "Saya pertama merasakan onde-onde oven ini. Saya suka karena banyak varian rasa dan cocok kalo buat oleh-oleh," terangnya. 

Untuk diketahui, pemilihan proses oven, lanjut Fery, karena onde-onde yang merupakan kue khas Kota Mojokerto dengan digoreng banyak ditemui dimana-mana sehingga dipilih oven. Jika pelanggan tidak ingin makan onde-onde yang berminyak, tegas Fery, jadi pilihannya onde-onde oven Olivia Bakery. 

"Kalau harganya memang kita bervariasi dari Rp 47. 500  sampai Rp 50 ribu dengan varian enam rasa isi paket 10 buah. Namun customer juga bisa mencoba enam varian dari kita. Untuk onde-onde oven sendiri karena kita tidak memakai pengawet, kita menyarankan customer kurang lebih dua sampai tiga hari," pungkasnya. (Ning/Jne).

Kamis, 26 November 2020

Nikmatnya Sambel Wader Khas Trowulan, Dilengkapi Pemandangan Situs Purbakala

Nikmatnya Sambel Wader Khas Trowulan, Dilengkapi Pemandangan Situs Purbakala

Sambel Wader khas Trowulan, Kabupaten Mojokerto

LN News Today (Mojokerto) – Tidak hanya dikenal dengan Ibu Kota Kerajaan Majapahit pada zamannya dulu dan banyaknya situs-situs peninggalan purbakala yang ada, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto juga dikenal kuliner khasnya, yakni Sambel Wader. Meski ikan wadernya tidak diambil dari situs Kolam Segaran, namun di tepi Kolam Segaran telah menjamur warung yang menyajikan menu ini.

Salah satunya adalah Warung Sambel Wader Cak Mat. Lokasinya yang berada tepat menghadap Kolam Segaran menjadikan warung ini yang paling banyak dikunjungi pelanggan. Sambel wader ini memiliki rasa yang khas dan resep bumbu yang berbeda. Kekuatan rasanya ada pada sambel yang pedas dan segar. Sambel yang disajikan juga sambal segar, sambel yang baru dibuat ketika ada pesanan.

Sambelnya sendiri terbuat dari perpaduan bumbu dapur, diantaranya cabai, tomat, bawang merah, putih dan jeruk nipis yang dihaluskan dalam satu cobek kecil dengan kondisi masih segar tanpa digoreng. Bumbu sambel mentah itu membuat rasa pedasnya kian mantap saat dipadukan dengan renyahnya ikan wader yang digoreng kering. 

Ikan-ikan kecil seukuran jari kelingking itu ditaburkan di atas sambel yang telah dihaluskan di cobek. Sebagai lalapan, ada irisan ketimun, daun kemangi dan kubis. Namun karena langka, tak jarang menu ikan wader cepat habis karena banyak dipilih pelanggan yang datang. Tapi ada pilihan ikan lainnya. Seperti ayam, bebek, lele, belut, gurami, bawal dan aneka pepes.

Mariana (34), salah satu pengunjung mengaku, lagi iseng-iseng wisata kuliner ke Trowulan. "Saya ke sini sama teman saya. Saya tadi pilih menu sambel wader, khasnya Warung Wader Cak Mat. Rasanya luar biasa, enak sekali. Pedesnya itu pas banget," ungkapnya, Kamis (26/11) siang.

Warga asal Jombang itu menambahkan, ia sengaja memilih menu sambel wader dibanding menu lainnya. Menurutnya, samber wader di Warung Wader Cak Mat paling terkenal dan warungnya paling besar dari warung lainnya. Sehingga cocok menjadi pilihan wisata kuliner bareng keluarga besar.

Customer saat menyantap sambel wader Trowulan

Terpisah, pemilik warung, Siti menjelaskan, warungnya yang berdiri di dekat lokasi Kolam Segaran banyak terdapat ikan wader. "Kan dekat Kolam Segaran, dikira wader dari Kolam Segaran. Di Kolam Segaran ada ikannya tapi jenisnya macam-macam. Orang berdatangan kesini pada hanya, 'Nggak jualan wader ta bu?," ujarnya.

Padahal, ikan wader yang memiliki bentuk kecil tersebut berasal dari sungai. Sementara orang sekitar banyak yang mencari ikan di sungai yakni ikan wader sehingga ikan wader menjadi lauk warga khususnya di Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Setelah banyak yang mencari, akhirnya ia berjualan sambel wader.

"Saya jualan sambel wader sejak tahun 1992 lalu, anak saya masih kecil-kecil. Sehari tidak tentu, lihat petaninya. Kalau petaninya ambil ikan 25 kg sampai 30 kg tapi ya itu yang dijual. Tapi masih ada pilihan ikan lain kalau wader habis, ada ikan belut, ada ayam. Memang wader, belut dan udang goreng yang menjadi andalan di sini," jelasnya.

Selain ikan wader yang susah di cari, ikan belut juga jarang karena belut hidupnya di sawah sehingga dua ikan ini yang banyak di cari pelanggan. Untuk melayani para pelanggan, ia di bantu enam karyawan tetap. Namun saat warungnya ramai di akhir pekan atau libur panjang, ia akan menambah jumlah karyawan.

"Kalau pelanggan, kadang ramai, kadang sepi jadi tidak bisa dihitung berapa porsi tiap harinya. Rata-rata ya, 25 kg sampai 30 kg beras. Untuk ikan wader tergantung dari petani, bisa sampai 30 kg tapi kadang juga pernah hanya 5 kg. Karena dapatnya dari sungai sedikit. Kadang juga sehari, tidak ada menu sambel wader karena tidak ada," urainya.

Menurutnya, pandemi Covid-19 juga membuat pendapatannya turun. Di awal wabah Covid-19 menyerang, dalam sehari hanya dapat Rp600 ribu sampai Rp700 ribu. Namun saat ini, jumlah pelanggan yang datang ke warungnya sudah mulai ramai sehingga dalam seminggu omzet yang dihasilkan antara Rp25 juta sampai Rp30 juta. Satu porsinya Rp15 ribu. (Ning/Jne).
Punya Enam Varian Rasa, Onde-Onde Oven Olivia Bakery Cocok Jadi Buah Tangan

Punya Enam Varian Rasa, Onde-Onde Oven Olivia Bakery Cocok Jadi Buah Tangan

Custumer Olivia Bakery saat membeli onde-onde oven

LN News Today (Mojokerto) - Onde-onde merupakan kue jajanan khas Kota Mojokerto. Pada umumnya, proses produksi onde-onde dengan cara digoreng. Namun, kali ini Olivia Bakery memodifikasi onde-onde dengan proses dioven sebagai bentuk salah satu inovasi. 

Produk baru Olivia Bakery ini sudah diluncurkan sejak Maret lalu. Jajanan dengan isi kacang hijau yang dibalut dengan kulit terbuat dari tepung dan ditaburi biji wijen yang diproduksi Olivia Bakery ini punya beberapa keunggulan. 

Jajanan yang rasanya manis ini dimodifikasi sehingga memiliki kadar gula rendah. Sehingga, kue ini bisa dinikmati dan tidak membuat penderita diabetes berfikir dua kali untuk menyantap kue yang dibuat Olivia Bakery ini. 

"Di bakery lain di Mojokerto tidak ada variasi onde-onde oven biasanya hanya onde-onde goreng. Kalau onde-onde goreng, kalau kita beli pagi. Sore udah keras, kalau ini beda sih. Kalau tambah lama tambah empuk. Di luar saja bisa tahan tiga hari, kalau rasa biasanya kita tahu kacang ijo saja tapi disini banyak rasa," ungkap Sherly, salah satu customer, Rabu (25/11). 

Warga Kota Mojokerto ini menambahkan,onde-onde oven Olivia Bakery ini memiliki enam varian rasa. Menurutnya, ia sudah mencoba onde-onde oven beberapa kali dan memang cukup disarankan di Olivia Bakery. Ia mengaku sudah puluhan tahun menajdi customer Olivia Bakery dan produk Olivia Bakery cocok buat oleh-oleh. 

"Kalau buat oleh-oleh bagus dari segi kemasan juga, di makan sendiri juga enak. Mojokerto kan terkenalnya onde-onde nya jadi kalau dibuat oleh-oleh cocok onde-onde oven ini. Harganya sendiri sesuai dengan kwalitas dan rasanya, rasanya premium dan harganya terjangkau," terangnya. 

Owner Olivia Bakery, Fery Gunawan mengatakan, enam varian rasa onde-onde oven Olivia Bakery ini, diantaranya original, banana, hazelnut, durian, cheese velvet dan choco crispy.

Onde-onde oven dalam kemasan yang cantik

Jika onde-onde biasanya digoreng namun Olivia Bakery ingin menciptakan kue khas Kota Mojokerto menjadi sesuatu yang baru yakni dengan proses dioven. Ini karena, Olivia Bakery ingin menciptakan produk baru yakni onde-onde bebas minyak dengan harapan produk baru tersebut mengarah ke produk yang sehat. 

"Kalau onde-onde goreng kan memang prosesnya digoreng, kalau kita memang bebas minyak dan memang kita maunya mengarah ke healthy produk. Jadi memang kita berusaha untuk mengambil icon Mojokerto dan tepatnya pasti onde-onde. Proses pembuatan onde-onde oven ini, kalau dari awal perkiraan kurang lebih 1 jam," jelasnya. 

Yakni mulai persiapan sampai pengadukan dan proses terakhir yakni pengovenan kurang lebih 20 menit. Sehingga dalam waktu satu jam onde-onde oven sudah siap. Menurutnya, selama pandemi Covid-19 terjadi penurunan jumlah pelanggan yang datang. Bahkan mencapai 50 persen. 

"Tapi sekarang mulai agak meningkat dan untuk diri sendiri mulai banyak dikenal masyarakat karena memang kita belum launching yang grand launching sih jadi kita baru soft launching dan memang semoga ini bisa diterima masyarakat. Onde-onde oven ini yang kita tonjokan health," tuturnya.

Pemilihan proses oven, lanjut Gunawan, karena onde-onde yang merupakan kue khas Kota Mojokerto dengan digoreng banyak ditemui dimana-mana sehingga dipilih oven. Jika pelanggan tidak ingin makan onde-onde yang berminyak, tegas Gunawan, jadi pilihannya onde-onde oven Olivia Bakery. 

"Kalau harganya memang kita bervariasi dari Rp50 ribu sampai Rp60 ribu dengan varian enam rasa isi paket 10 buah. Namun customer juga bisa mencoba enam varian dari kita. Untuk onde-onde oven sendiri karena kita tidak memakai pengawet, kita menyarankan customer kurang lebih dua sampai tiga hari," ujarnya. 

Gunawan menambahkan, jika dibawa keluar kota dengan jangkauan jarak jauh maka disarankan jika sudah sampai bisa masuk lemari pendingin. Jika masuk lemari pendingin maka bisa tahan enam sampai tujuh hari, namun disarankan saat penyajian agar dikukus untuk menghasilkan tekstur yang kenyal. 

"Selain kita tidak digoreng, keunikan onde-onde oven ini dari segi gula lebih low sehingga untuk penderita diabetes lebih mana. Tapi tidak disarankan konsumsi yang terlalu banyak. Onde-onde oven ini hanya ada di Olivia Bakery Mojokerto karena di Olivia Bakery di kota lain memiliki produk khas masing-masing," pungkasnya. (Ning/Jne). 

Senin, 16 November 2020

Mahasiswa ITS Gagas SayLemon Sebagai Inovasi Pemasaran Lemon Praktis dan Higenis

Mahasiswa ITS Gagas SayLemon Sebagai Inovasi Pemasaran Lemon Praktis dan Higenis

Produk SayLemon inovasi Mahasiswa ITS

LN News Today (Surabaya) – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas produk buah lemon yang lebih praktis dan tetap higenis guna mendongkrak pemasaran buah lemon. Hal ini digagas mengingat banyaknya petani lemon di kawasan Banyuwangi yang menjerit dikarenakan penjualan buah lemon yang sulit.

Dua mahasiswa dari Departemen Teknik Transportasi Laut dan Departemen Statistika Bisnis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) akhirnya mencoba memopulerkan manfaat buah lemon dengan membuat sebuah produk sari lemon tanpa bahan pengawet.

Dengan mengusung tema Industri Kreatif, tim yang diketuai oleh Fauzi Andiari Sya'ban membawakan rencana bisnis yang diberi nama SayLemon yang merupakan solusi praktis buah lemon di masa pendemi Covid-19. Inovasi ini didasarkan pada permasalahan akan banyaknya petani lemon di Banyuwangi yang merugi akibat dampak pandemi Covid-19. “Mereka mengeluh penjualan buah lemon selama pandemi hanya segitu-segitu saja,” ujar pemuda asal Surabaya ini, Senin (16/11).

Tidak hanya memberdayakan petani lemon, produk yang diusung tim ini juga difungsikan sebagai media memperkenalkan manfaat buah lemon. Fauzi menjelaskan bahwa selama ini buah lemon hanya dijual secara utuh di pasaran atau supermarket. “Sangat jarang sekali didapati produk lemon yang praktis dan higienis,” katanya.

Fauzi Andiari Sya'ban, Ketua tim saat menunjukkan rancangan bisnis SayLemon

Menurut Fauzi, SayLemon ini merupakan sebuah produk sari lemon yang praktis sekaligus dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu lagi memotong dan memerasnya. Sehingga dengan adanya SayLemon ini, menurutnya akan meningkatkan konsumsi buah lemon dengan penyajian yang lebih mudah. “Dengan meningkatnya konsumsi buah lemon, akan meningkatkan pula kesejahteraan petani lemon di daerah Banyuwangi yang menjadi pemasok kami,” ungkapnya.

Fauzi memaparkan bahwa SayLemon buatan timnya ini memiliki beberapa keunggulan. Pertama, umur simpan dari produknya ini memiliki jangka waktu yang cukup lama. Mereka sudah melakukan riset terkait dengan penggunaan teknik pasteurisasi untuk menguji produk SayLemon dapat bertahan berapa lama. “Ketahanan ini tergantung proses pemasakan yang dilakukan, jika terlalu lama bisa cepat kedaluarsa, sedang jika terlalu cepat proses pemasakannya sari lemon tidak akan menjadi sempurna,” tutur alumnus SMAN 15 Surabaya ini.

Fauzi mengungkapkan, SayLemon ini merupakan sari buah lemon asli tanpa tambahan pengawet buatan. Jadi produk SayLemon miliknya ini disebut menjadi minuman sehat di kala pandemi seperti sekarang ini. Diharapkan produk sari lemon yang ia buat ini dapat menjadi sebuah minuman untuk meningkatkan imunitas tubuh dan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. “Kami sudah melakukan riset mengenai cara meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi Covid-19 dan kami menemukan buah lemon yang memiliki kandungan yang kami cari,” paparnya.

Fauzi mengaku, SayLemon buatannya bersama rekannya Elen Nova Widyarindra ini dikemas secara praktis dan menarik dengan tujuan kandungan dari buah lemonnya mampu tahan lama di suhu ruang dan dapat dikonsumsi sesuai kebutuhan.

Elen Nova Widyarindra saat menunjukkan rancangan bisnis SayLemon

Setelah proses produksi SayLemon dilakukan, Fauzi memaparkan, akan ada limbah buangan hasil produksi. Namun, alih-alih membuang limbah buah lemon tersebut, ia dan tim memutuskan untuk mengolahnya menjadi bahan hand sanitizer dari limbah kulit lemon. “Nantinya limbah kulit ini akan kami lakukan ekstraksi untuk bisa digunakan menjadi bahan dasar hand sanitizer dan sabun organik lemon,” imbuhnya.

Ia mengharapkan rencana bisnis SayLemon ini ke depannya dapat diimplementasikan lebih lanjut. Fauzi juga berharap nantinya ada investor yang mendanai hasil karyanya ini untuk dilanjutkan pada riset ke tahap lanjutan mengenai inovasi lain yang memanfaatkan buah lemon. Dengan harapan buah lemon lebih dikenal sebagai buah yang ragam manfaat. “Untuk SayLemon sendiri saya berharap produk kami menjadi one stop shopping solution untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat,” tandasnya.

Tidak sia-sia, produk yang diusung mahasiswa Departemen Teknik Transportasi Laut angkatan 2018 bersama rekannya ini, berhasil menyabet Juara 1 pada Business Plan Competition EP SPACE 2020 yang diselenggarakan oleh Universitas Siliwangi, Oktober lalu. Inovasi ini berhasil mengalahkan 20 kompetitor lainnya. “Harga yang murah dengan kualitas terjamin menjadikan kami yakin mampu mengungguli finalis lainnya,” pungkasnya. (Mas/Jne).

Rabu, 28 Oktober 2020

Gak Bikin Kantong Jebol, Nasi ‘Purakan’ Jadi Menu Andalan Warung Barokah Trawas

Gak Bikin Kantong Jebol, Nasi ‘Purakan’ Jadi Menu Andalan Warung Barokah Trawas

Pengunjung Warung Barokah saat menyantap Nasi Purakan

LN News Today (Mojokerto)Warung Barokah, yang berada di tepi lembah Hutan Glotak, Dusun Kemloko, Desa Kemloko, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto bisa jadi rujukan ketika akhir pekan. Menyuguhkan menu andalan Nasi Purakan, yang bisa dinikmati bersama dan tidak membuat kantong jebol.

Purakan sendiri diambil dari bahasa jawa, yang artinya adalah makan dalam satu porsi besar secara bersama-sama. Adapun isi menu tersebut, yakni satu cobek berisikan pilihan lauk seperti ayam goreng, telor, ikan gurami, ikan wader, tahu, tempe, terong goreng dengan sambal ulek yang dibubuhi perasan jeruk sambal. 

Hanya dibanderol dengan harga Rp 50 ribu saja, Nasi Purakan ini sudah bisa disantap lima orang secara bersama-sama dalam satu kali sajian. Untuk nasi, anda hanya cukup membayat Rp 5 ribu per orang dan anda sudah mendapat nasi sepuasnya.

Kenikmatan menyantap Nasi Purakan ini dilengkapi dengan suasana sejuk mengingat lokasi Warung Barokah masih termasuk di lereng Gunung Penanggungan. Pemandangan yang terhampar di sekitar area Warung Barokah juga membuat suasana menjadi berbeda saat makan bersama keluarga, teman ataupun kerabat.

"Ramainya memang kalau akhir pekan, Sabtu-Minggu memang di area sini. Kita bukanya pukul 09.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB, tapi kalau warkop 24 jam," ungkap Nurfadillah (41) pemilik warung Barokah, Selasa, (27/10).

Menu khas ini, rupanya tak hanya menjadi favorit warga Mojokerto, Sidoarjo, dan Gresik  tapi juga sejumlah pejabat, hingga jenderal yang bertandang ke Trawas lokasi di Kabupaten Mojokerto terkenal dengan buah duriannya.

"Biasanya ada yang telepon di sini, pasti bilang mbak ada Pak Jenderal tolong dikosongkan satu tempat yah. Otomatis langsung saya kosongkan satu tempat, seringkali dipesan kantor-kantor pemerintah juga. Soalnya bisa dimakan bersama-sama," ujar Dilla salah satu pengunjung.

Pengunjung mencicipi satu cobek lauk dalam Nasi Purakan

Ia mengaku, baru enam bulan mencoba menjajakan kuliner di lahan milik perhutani dengan menyewa tanpa batas waktu ini. Hanya saja jika perhutani membutuhkan, maka dirinya harus rela menyerahkan lahan tersebut kembali.

"Dulu saya punya rumah makan di daerah Kesiman, karena ngontrak jadi terbatas oleh waktu. Kalau di sini saya hamdulillah dapat tempat, kalau ini kan kontraknya itu tidak terbatas bila negara membutuhkan saja diminta," bebernya.

Selain menu khas nasi purakan yang dimiliki warungnya, ia juga menyediakan berbagai menu lain seperti rawon dengkul, rica-rica bebek, ayam geprek, gurami bakar maupun goreng, ceker mercon, bahkan terdapat puluhan aneka minuman yang sengaja disediakan untuk memanjakan pengunjung.

"Rawon dengkul juga banyak yang suka, terus ceker mercon banyak peminatnya. Kalau mau kepiting harus by order terlebih dulu, baru kita akan sediakan," katanya.

Harga yang cukup terjangkau, dan sesuai dengan lidah masyarakat ini rupanya membuat salah satu pengunjung dan langganan Warung Berkah seringkali mampir hanya untuk menyantap nasi purakan.

Ani Wijaya warga Kota Mojokerto ini, rela meluangkan waktu satu bulan sekali hanya untuk menikmati menu khas tersebut sekaligus bersantai bersama keluarga dan kawan-kawannya di lokasi yang menyediakan tempat bersantap secara terbuka di area belakang warung.

"Masakannya endulita, bumbunya berasa sekali soalnya. Harganya juga sesuai dengan rasanya, cukup terjangkau. Apalagi saat makan kita bisa nikmati keindahan dan keasrian alam, soalnya posisi ada di tepi lembah seperti ini," katanya. (Din/Jne)

Life

Internasional

Business