Diksi Today: podcast
Tampilkan postingan dengan label podcast. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label podcast. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Juli 2021

5 Jam Korban Belum Ditemukan, Keluarga Menggelar Doa Bersama

5 Jam Korban Belum Ditemukan, Keluarga Menggelar Doa Bersama

Keluarga korban gelar ritual dan doa bersama agar korban ditemukan


LN News Today(Mojokerto)
- Korban yang dikabarkan tercebur di sumur, hingga 5 jam proses pencarian tak kunjung ditemukan. 

Diketahui korban bernama Slamet Ridwan (41), tukang service kulkas, warga Dusun Jati, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto itu telah hilang dari dalam rumah sekitar pukul 02.00 WIB. 

Informasi yang dihimpun, warga dan keluarga korban mengelar ritual atau do'a bersama agar korban segara ditemukan dengan kondisi selamat. 

Pantauan di lokasi, Tim SAR BPBD Kabupaten Mojokerto, sejumlah relawan, dan dibantu warga sekitar masih terus berupaya mencari di sumur dekat rumah korban. Mereka berupaya melakukan penyedotan air sumur dan menjulurkan tali kedalam dasar sumur. 

Kakak korban, Siti Romlah (55) mengatakan, semula korban tidur bersama istrinya, Umi Laili Sofiana, di kamarnya dan kondisi korban sebenarnya dalam keadaan sakit. 

"Dia (korban) kan sakit, minta didekap oleh istrinya karena tubuhnya berkeringat. Setelah istrinya capek, kemudian istrinya tidur membelakangi suaminya," katanya. 


Asalnya istri korban tidur menghadap ke arah  utara. Lalu membelakangi suaminya menghadap ke selatan hingga akhirnya tertidur. Tidak lama setalah istrinya terbangun, suaminya sudah tidak ada di sampingnya.

"Tidak pamit, tiba-tiba pergi begitu saja, ditunggu tidak kunjung kembali, Istrinya pun mencari kebelakang rumah. Didapati pintu rumah belakang terbuka sedikit," jelas Romlah. 

Namun juga tidak ketemu. Istrinya minta pertolongan ke tetangganya untuk melakukan pencarian. 

"Dicari kebelakang, istrinya dengar suara sesuatu jatuh dari dalam sumur. Itu sekitar pukul 02.00 WIB," jelas Siti Romlah. 

Selanjutnya, tetangga sekitar meminta bantuan kepada Tim SAR BPBD Kabupaten Mojokerto untuk mengevakusi korban yang diduga tercebur sumur dengan kedalam 12 meter itu dengan dibantu sejumlah warga. 

Hingga berita ini di tulis, Tim SAR BPBD Kabupaten Mojokerto masih melakukan proses evakuasi dan pencarian dengan cara menyedot air  sumur terlebih dahulu.*(Rif). 

Warga Pesanggrahan Kutorejo Terjebur Sumur

Warga Pesanggrahan Kutorejo Terjebur Sumur

 

Petugas BPBD dan Damkar Kabupaten Mojokerto saat proses pencarian korban

LN News Today(Mojokerto) - Warga Dusun Jatisari, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Selasa (12/7/2021) geger. Ini setelah diketahui jika salah dari warga, Slamet Ridwan (41) terjebur sumur yang ada di samping rumah korban.

Kejadian tersebut diketahui istrinya sendiri yang curiga mendengar suara keras dari arah luar. a kemudian mencari tahu asal suara tersebut dan mendapati sumur yang ada di samping rumah tepat di depan dapur, tutup sumur dalam keadaan rusak.

Tutup sumur tersebut berlubang layaknya barusan saja diterpa benda dari atas. Istri korban Umi Laili Sofiyana pun mencari keberadaan suminya yang terakhir kali minta dikerokin karena sakit meriang. Namun ia tak kunjung menemukan suaminya.

"Sekitar jam 2 dini hari, dia (korban) ke luar rumah. Sebelumnya, dia minta dikerokin istrinya karena mengeluh meriang, istrinya ketiduran, dia ke luar rumah. Kerjanya setiap hari tukang servis panggilan, anaknya dua," ungkap kakak ipar korban, Siti Romlah.

Tim Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto yang mendapatkan informasi langsung ke lokasi. Saat ini, petugas masih berupaya mengangkat tubuh korban dari dasar sumur.*(Ning). 

Jumat, 25 Juni 2021

Jumlah Pengunjung Kompleks Makam Troloyo Kembali Turun

Jumlah Pengunjung Kompleks Makam Troloyo Kembali Turun

Kompleks Makam Troloyo di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. 


LN News Today(Mojokerto)
- Sejak sepekan terakhir, jumlah pengunjung Kompleks Makam Troloyo di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto mengalami penurunan. Setiap harinya, jumlah pengunjung di makan Syekh Jumadil Kubro ini hanya 200 orang.

Padahal, jumlah pengunjung sempat mengalami kenaikan pasca Hari Raya Idul Fitri lalu, namun kini jumlah pengunjung kembali turun. Hal tersebut dibenarkan Koordinator Kompleks Makam Troloyo, Suharto, Kamis (24/6/2021). 

"Masih buka tapi sepi. Puasa sepi di sini, lebaran satu minggu masih sepi terus lebaran dua minggu sudah ada peningkatan. Tanda-tanda bagus tapi sekarang, mulai Jumat minggu lalu itu turun lagi. Mungkin karena Covid-19, ada pembatasan-pembatasan," ungkapnya. 

Sebelum pandemi Covid-19, jumlah pengunjung di Kompleks Makam Troloyo yang berada di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto antara 600 orang sampai 600 orang. Suharto menjelaskan, sementara di hari-hari tertentu seperti malam Jumat Legi, jumlah pengunjung lebih banyak.

"Kalau Jumat Legi memang ramai, cuma puasa kemarin saja, sepi. Dua minggu pasca lebaran, rata-rata pengunjung 400 orang sampai 500 orang per hari. Sudah bagus terus turun lagi, satu minggu ini sekitar 200 orang per hari. Belum ada penutupan, semoga saja tidak ada penutupan dan Covid-19 hilang," katanya.


Suharto mengakui jika pengunjung ke Kompleks Makam Troloyo banyak dari luar kota dan lanjut usia (lansia) sehingga penerapan protokol kesehatan diterpakan secara ketat. Seperti mewajibkan pengunjung memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang disediakan di depan pagar.

"Di dalam kan sudah diatur jaraknya, yang di makam. Tidak dibatasi karena memang tidak ada orang, seperti ini tadi satu bus masuk cuma 40 orang. Dulu kan satu bus isi 60 orang, sekarang cuma 40 orang. Dari pihak PO bus sudah menerapkan bus tidak penuh penumpang. Kapasitas di makam Mbah Sayyid 1 ribu, sekarang hanya 200," jelasnya.*(Ning). 

Senin, 05 Oktober 2020

Ratu Lola, Jomblo itu Banyak yang Bahagiain

Ratu Lola, Jomblo itu Banyak yang Bahagiain

Podcast linenewstoday Bersama Ratu Lola

 Line News Today (Mojokerto) - Podcast Line News Today kali ini kedatangan tamu spesial, perempuan cantik anggota komunitas Brio Mojokerto, Ratu Lola. Selain menghadirkan tamu spesial, lokasi pengambilan gambar sendiri untuk pertama kali dilakukan di luar studio Line News Today yakni di Proof Cafe di Jalan Pekayon Kota Mojokerto. 

Perempuan kelahiran Mojokerto ini secara blak-blakan menceritakan kegiatan sehari-hari. Selain menekuni usaha sendiri jualan sejumlah produk dengan memanfaatkan media sosial (medsos), ia juga mengaku punya hobby travelling sehingga menjadi anggota komunitas Brio Mojokerto menjadi pilihannya. 

"Tidak takut sih (komunitas mobil identik dengan kumpulan cowok-cowok). Kalau di komunitas, semua saya anggap teman dan saudara, kayak keluarga. Di luar komunitas, nah baru...," ungkapnya saat ditanya soal komunitas yang sudah diikuti sejak tiga tahun. 

Perempuan berambut panjang ini pun menceritakan tentang kreteria pendamping untuk masa depannya. Setia, tanggungjawab dan mapan. Namun untuk saat ini, ia mengaku lebih suka sendiri karena saat harus harus kemana-mana tidak ada yang ngatur. 

"Tidak muluk-muluk, setia, bertanggungjawab, masih sendiri bukan bojonya orang. Bekas bojo nggak apa-apa. Mapan, bisa diajak kerja bareng-bareng. Ya kayak gitu lah. Aku jomblo, jodoh ku masih otw. Penting tapi nanti, untuk sekarang lebih nyaman sendiri. Single itu bebas, arep nangdi tidak ada yang larang, tidak ada aturan. Jomblo itu banyak yang bahagiain," tuturnya. 

Perempuan yang suka warna kuning ini menambahkan, soal pendamping ia tidak buru-buru. Selain itu, ia pun mengaku lebih suka berteman dengan cowok dibanding dengan cewek. Karena cowok dianggap lebih bisa menyimpan rahasia saat diajak curhat dibanding dengan cewek. 

"Teman banyak cowok karena sama cowok nggak ember kalau buat cerita. Kalau sama cewek, ampung deh. Kalau nggak ya nikung-nikung gtu. Nikung pasangan.

Soal touring, perempuan 23 tahun ini mengaku setiap touring menyiapkan sedikitnya Rp3 juta. Uang sebesar Ro3 juta tersebut digunakan untuk kebutuhan selama di perjalanan hingga untuk membeli oleh-oleh untuk keluarganya saat pulang nantinya.

"Di jalan, kita tidak tahu nanti apa ada-apa. Beli apa, beli itu, beli oleh-oleh. Mending bawa uang lebih. Minimal segitu (Rp3 juta). Biasanya ngajak Lek, kadang sendiri saat touring," tegasnya anak pertama dari enam bersaudara ini. 

Pingin kenal lebih dekat dengan Ratu Lola kepoin Podcast Line News Today gaesss..... https://www.youtube.com/watch?v=gJBfVUGlVGY.


Rabu, 29 Juli 2020

Menembak Hati Masyarakat Ala Kapolres Kota Mojokerto

Menembak Hati Masyarakat Ala Kapolres Kota Mojokerto

Line News Today . (Mojokerto) - Sosok baru ini sangat luar biasa di Kota Mojokerto atau biasa disebut Majapahit, beliau adalah AKBP Deddy Supriadi yang datang dari negeri seberang pulau garam yaitu "Sumenep", tiba di Kota Mojokerto sebagai ujung tombak kota yang memiliki slogan terbarunya "Spirit Of Majapahit".

Sebelumnya Abang Deddy menjabat Kapolres Sumenep selama tujuh bulan yang lalu, dan sekarang langsung menjabat Kapolresta Mojokerto sejak tiga pekan lalu.

Mau tau cerita unik dibalik ke pindahannya, dimana ada peran Tim Joko Tole dan bangunan Majapahit yang dibuatnya di Sumenep, lihat cerita lengkapnya di Podcast Mojokerto di Line News Today.



Life

Internasional

Business