![]() |
| Bawa Keranda Mayat Ratusan Warga Jatidukuh Hentikan Paksa Aktivitas Alat Berat |
LN News
Today(Mojokerto): Dengan membawa keranda mayat, Ratusan warga dari tiga desa di
Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto menggelar demo di Area galian C di Sungai
Galuh, Desa Jatidukuh. Ratusan wara yang kecewa nekat menghentikan paksa
aktivitas tiga alat berat dan mengusir dari lokasi galian.Selasa 15/9/2020.
Aksi ratusan
warga ini merupakan buntut dari maraknya penambangan galian C yang diduga
ilegal. Mereka berasal dari Desa Jati Dukuh, Desa Ploso Bleberan dan Desa
Bening, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Dengan membawa poster berisi
tuntutan dan keranda mayat, mereka long mach dari Balai Desa Jatidukuh ke
lokasi.
Miniatur keranda
mayat tersebut sebagai simbolis adanya tambang galian C di aliran Sungai Galuh
yang mengancam nyawa warga desa. Warga menduga izin tambang batu di Sungai
Galuh yang saat ini dimiliki Lery Noveindusri masih bermasalah karena ada
sangkut paut dengan pemilik tambang yang lama yakni Lukman.
Koordinator
aksi, Sujari mengatakan, warga meminta
agar lokasi galian C yang berada di aliran Sungai Galuh tersebut ditutup.
"Harga mati, warga meminta agar tambang ini tidak lagi beroperasi. Selain
merusak lingkungan dan bisa menyebabkan bencana alam, sumur warga kering dan
air keruh, sawah sulit teraliri air," ungkapnya.
![]() |
Sementara,pemilik
tambang, Lery Noveindusri mengatakan, proses penambangan batu di aliran Sungai
Galuh sudah sesuai dengan prosedur. "Ini masyarakat hanya trauma saja
adanya tambang masalah lalu. Ketika kami datang, kami tidak merusak, melainkan
juga memperbaiki. Sudah ada izinnya. Saya tidak faham tentang UU. Yang jelas,
ketika izin ini keluar pihak terkait kan jelas sudah ada penelitian, berarti
diperbolehkan," ujarnya.*(Ning).





